Ribuan warga Denmark dan Greenland turun ke jalan di berbagai kota pada Januari 2026 untuk menyuarakan penolakan terhadap ambisi Amerika Serikat di Greenland. Aksi ini mendapat perhatian global karena slogan yang mereka angkat, “Hands off Greenland”, menjadi simbol kuat kedaulatan rakyat Greenland dan penolakan terhadap intervensi asing.

Baca Juga: Erika Carlina Akui Hamil Luar Nikah, Video Viral

Latar Belakang Protes

Aksi protes ini dipicu oleh kabar mengenai niat Presiden AS, Donald Trump, yang dilaporkan ingin mengambil alih atau membeli Greenland, wilayah otonom Denmark. Kabar ini memicu gelombang kemarahan tidak hanya di Greenland tetapi juga di seluruh Denmark. Greenland, yang dikenal memiliki sumber daya alam melimpah dan posisi strategis di kutub utara, menjadi simbol penting bagi Denmark dan warganya.

Sejak pengumuman tersebut, pemerintah Denmark menegaskan bahwa Greenland adalah bagian dari wilayah kedaulatan mereka dan tidak dapat dijual atau diambil alih oleh negara lain. Pernyataan ini mendapat dukungan luas dari publik yang memandang ambisi AS sebagai bentuk intervensi yang tidak dapat diterima.

Jalannya Aksi Massa

Ribuan warga berkumpul di Kopenhagen, Aarhus, Aalborg, dan Odense, membawa poster, spanduk, dan bendera Greenland serta Denmark. Beberapa spanduk bertuliskan “Greenland is not for sale” dan “Hands off Greenland”, yang menjadi slogan utama aksi protes. Para demonstran menyerukan agar pemerintah AS menghentikan rencana apapun yang dianggap mengancam kedaulatan wilayah otonom Greenland.

Selain warga sipil, beberapa tokoh politik dan aktivis lingkungan juga turut hadir untuk menunjukkan solidaritas. Mereka menekankan bahwa Greenland bukan hanya wilayah strategis, tetapi juga rumah bagi masyarakat asli Inuit yang berhak menentukan nasib wilayah mereka sendiri.

Dampak Politik dan Internasional

Protes ini memicu reaksi dari berbagai pihak di tingkat internasional. Negara-negara Eropa, termasuk Denmark, Norwegia, dan Islandia, menyuarakan keprihatinan mereka dan mendukung kedaulatan Greenland. Uni Eropa juga menekankan pentingnya menghormati hukum internasional terkait wilayah otonom dan hak masyarakat setempat.

Media internasional melaporkan bahwa aksi protes ini menunjukkan kesadaran global tentang isu geopolitik dan kedaulatan wilayah. Beberapa analis menilai bahwa protes ini dapat memengaruhi keputusan politik AS dan menekan pemerintah mereka untuk menunda atau membatalkan rencana terkait Greenland.

Reaksi Pemerintah AS

Hingga saat ini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang protes. Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa pejabat AS menegaskan bahwa rencana apapun akan mempertimbangkan hubungan baik dengan Denmark dan Greenland. Meski demikian, publik internasional tetap menuntut kejelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu ketegangan diplomatik.

Baca Juga: Marc Marquez Kian Kokoh di MotoGP Ceko 2025

Trump sebelumnya dikenal memiliki minat terhadap Greenland karena sumber daya alam dan posisi strategis wilayah ini di Kutub Utara. Rencana pengambilalihan ini dipandang kontroversial dan memicu kritik dari berbagai kalangan.

Dukungan Masyarakat Greenland

Masyarakat Greenland menegaskan hak mereka atas tanah dan sumber daya. Aktivis lokal menekankan bahwa keputusan terkait masa depan wilayah mereka harus didasarkan pada persetujuan rakyat Greenland, bukan keputusan sepihak dari pihak asing. Aksi protes ini menjadi momentum bagi mereka untuk menunjukkan suara kolektif dan memperkuat identitas nasional Greenland.

Selain itu, para peserta aksi juga menyerukan agar dunia internasional lebih memperhatikan isu perubahan iklim di Greenland. Wilayah ini memiliki es yang luas dan memegang peranan penting dalam keseimbangan iklim global. Pengelolaan yang tidak bertanggung jawab bisa membawa dampak serius bagi seluruh planet.

Pesan dari Aksi Protes

Aksi ini bukan sekadar penolakan terhadap rencana politik AS, tetapi juga simbol kesadaran masyarakat akan pentingnya kedaulatan dan hak rakyat atas wilayah mereka. Slogan “Hands off Greenland” telah menjadi viral di media sosial, memicu diskusi luas tentang geopolitik, hak masyarakat adat, dan pentingnya menghormati wilayah otonom.

Protes ini juga menunjukkan bahwa masyarakat modern semakin peduli terhadap isu global, termasuk intervensi politik dan ekonomi oleh negara lain. Solidaritas antarnegara dan dukungan internasional menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dan menghormati hak-hak rakyat lokal.

Kesimpulan

Gelombang protes di Denmark dan Greenland menegaskan pesan jelas kepada dunia: Greenland bukan untuk dijual atau diambil alih secara paksa. Aksi ini memperlihatkan bahwa kesadaran politik dan kepedulian terhadap kedaulatan wilayah semakin meningkat di kalangan masyarakat sipil. Pemerintah dan lembaga internasional diharapkan dapat merespons dengan bijak, menghormati hukum internasional, dan mendengarkan suara rakyat Greenland.

Kedepannya, aksi ini bisa menjadi momentum penting bagi diplomasi global dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati hak dan kedaulatan wilayah otonom. Slogan “Hands off Greenland” tidak hanya menjadi seruan lokal, tetapi juga pesan internasional yang mendunia.

Baca Juga: Kecelakaan Bus di Iran Tewaskan 21 Orang

By bnwe2

slotasiabettab4dsmscity8padi8slotslotasiabetasiabet88slotasiaslot88
borneo303 Slot Gacorhttps://library.upr.ac.id/